Review Raya and The Last Dragon

Alhamdulillah tulisan ini adalah tulisan pertamaku di wordpress. Tulisan kali ini dalam rangka memenuhi Tantangan Mamah Gajah Ngeblog bulan Juni. Tema Tantangan bulan ini yaitu mengulas mengenai film bergenre keluarga. Kali ini saya akan mengulas mengenai film Disney yaitu Raya and The Last Dragon.

Raya and The Last Dragon merupakan film Disney yang terinspirasi dari budaya negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand dan Myanmar sehingga latar, suasana dan tokoh dalam film ini nampak sangat akrab bagi kita. Hal ini bisa kita lihat pada pakaian, makanan, musik dan latar tempat. Pakaian yang digunakan bernuansa batik. Latar suasana cerita seperti pasar apung di sungai, hutan hujan tropis dan bangunan-bangunan khas Asia Tenggara.

Cerita berawal saat sebuah negeri fantasi yang disebut Kumandra pada 500 tahun yang lalu. Kehidupan manusia yang aman dan damai, negeri yang subur bersama para naga ajaib. Namun, wabah yang bernama Drunn menyerang Kumandra dan membuat manusia berubah menjadi batu. Naga-naga pun berusaha melawan Drunn untuk menyelamatkan manusia. Mereka mengumpulkan kekuatan di dalam sebuah kristal yang diberikan kepada satu naga tersisa, yaitu Sisu. Akhirnya Drunn dapat dikalahkan, manusia kembali berubah seperti sedia kala. Namun, manusia berlomba-lomba merebut kristal naga. Untuk mencegah perpecahan, akhirnya kristal disembunyikan dan dijaga oleh seorang penjaga dan anaknya, Raya.

Suatu hari diselenggarakan pertemuan antar negeri. Negeri tersebut yaitu Negeri Ekor (Tail), Negeri Kuku (Talon), Negeri Tulang (Spine), Negeri Taring (Fang)dan Negeri Hati (Heart). Kumandra memang sebuah daratan yang berbentuk naga, dan negeri-negeri itu dinamai berdasarkan bentuk bagian tubuh Naga.

Mengenal Kumandra, Dunia Fiksi dalam Raya and the Last Dragon
sumber : detikcom
https://hot.detik.com/movie/d-5407634/mengenal-kumandra-dunia-fiksi-dalam-raya-and-the-last-dragon

Raya bertemu dengan Namaari, seorang putri dari Negeri Taring, mencoba berteman dengan Raya. Namun ternyata Namaari bermaksud mengambil kristal naga. Raya dan Namaari terlibat perkelahian hingga kristal naga pecah. Singkatnya, setiap perwakilan negeri di Kumandra mengambil pecahan kristal naga dan kabur. Kristal naga yang pecah membuat Drunn bangkit kembali dan membuat warga menjadi batu. Raya dan ayahnya pergi menyelamatkan diri, namun sayangnya ayah Raya tidak bisa diselamatkan.

Raya tumbuh menjadi sosok gadis yang cantik dan kuat. Dia memiliki tekad untuk menyatukan kembali kristal naga terakhir. Raya memulai perjalanan ke seluruh negeri di Kumandra. Dalam perjalanannya, Raya bertemu dengan Sisu, naga terakhir yang sangat lucu. Selain Sisu, Raya bertemu juga dengan teman-temannya yaitu Boon, Baby Noi dan ketiga monyetnya. Perjalanan menegangkan dialami Raya dan teman-temannya, karena Namaari masih berambisi untuk menghalangi Raya menyatukan kembali kristal naga. Dalam perjalanan Raya ke setiap negeri di Kumandra, selalu ada tantangan tersendiri. Mulai dari kabur dengan menggunakan perahu, berkelahi dengan pasukan Namaari, dan melawan raja di setiap negeri di Kumandra. Di akhir cerita, Raya berhasil menyatukan kristal naga dan mempercayakan kristal itu kepada Namaari untuk menghancurkan Drunn dan menyelamatkan manusia dan naga yang telah menjadi batu.

Sisi Lain Film “Raya and the Last Dragon

Film ini merupakan film garapan Disney yang mengangkat budaya Asia Tenggara, dibintangi oleh Kelly Marie Tran sebagai pengisi suara Raya dan Awkwafina sebagai Sisu. Menurut saya, pengisi suara dari film ini sangat cocok dengan penggambaran animasinya terutama tokoh Sisu yang di-alihsuara-kan oleh Awkwafina. Pertama kali saya melihat aktor ini di film Crazy Asian Rich. Aktor yang selalu humoris sangat cocok memerankan tokoh Sisu, naga yang sangat konyol dan lucu. Tokoh Sisu merupakan tokoh kunci yang mewarnai film ini menjadi film khas garapan Disney.

Film Disney selalu memberikan sebuah pesan moral kepada penikmatnya, begitu pun film ini. Saling percaya dan kerja sama merupakan hal yang kita perlukan untuk hidup harmonis. Selain pesan moral, sisi humor yang sangat apik membuat penonton semakin menikmati film ini. Jujur saja, setiap film Disney memberikan kesan tersendiri untuk saya. Tidak jarang saya menangis atau tertawa ketika menonton film – film Disney.

Aktivitas menonton film merupakan aktivitas favorit saya, karena dengan menonton film saya punya pengalaman tersendiri berupa mengambil hikmah dari ceritanya, merenungi bahwa kehidupan manusia dalam film kadang merupakan cerminan kehidupan nyata kita saat ini, waktu refreshing sendirian atau bersama suami dan bisa belajar bahasa inggris gratis #eh.

Semoga hidup kita bisa seperti Raya yang tangguh dan percaya bahwa setiap manusia punya sisi baik sehingga kita tidak mudah menilai orang lain hanya dari luar saja.

https://mamahgajahngeblog.com/

10 thoughts on “Review Raya and The Last Dragon

  1. Waaa belum nontooon. Pingin nonton di TV tapi gak tau caranya biar Disney Hotstarnya ditonton di TV wkwk. Aku sengaja berlangganan demi bisa bikin tulisan tntangan bulan ini bahkan hihii.

    Like

  2. Aku tadinya mau review ini, suka dengan ceritanya dan animasinya. Tapi aku ga jadi nulis ini karena ketemu yang anak2 lebih suka, hehehe…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: